Sunday, June 30, 2019

Bagaimana sebaiknya sikap guru-guru di daerah terpencil menghadapi pembejaran di era teknologi



Guru di daerah terpencil tentu memiliki banyak sekali keterbatasan jika dilihat dari sisi teknologi. Banyak guru didaerah terpencil yang belum mampu mengoperasikan komputer. Lantas bagaimana ketika mereka menghadapi era teknologi yang sangat pesat perkembangannya dewasa ini. Tentu dalam hal ini peran beberapa pihak diperlukan. Guru daerah terpencil yang tidak memiliki akses internet bahkan sinyal, harus kerja extra keras untuk memperluas pengetahuan dan kompetensinya sebagai guru, jika mengharapkan guru daerah terpencil untuk rutin ke kota, tentu tidak bisa, karena pengeluaran mereka ketika ke kota atau ke tempat yang memiliki akses sinyal internet biasanya membutuhkan uang yang tidak sedikit, tetapi itu semua dapat diakali dengan mencatat apa saja yang akan diakses ketika dalam satu bulan memiliki jatah untuk ke kota, entah untuk membeli beras dan belanja sehari-hari untuk di stock d daerah terpencil selama masa pengabdian, atau ketika harus berurusan ke Dinas Pendidikan kab/kota, maka to do list yang sudah dibuat selama berada di daerah terpencil langsung dilaksanakan ketika masa ke kota ini. Hal ini dilaksanakan agar guru meskipun berada di daerah terpencil tetapi tidak membuat mereka terkurung ke dalam kurangnya pengetahuan dan pengembangan kompetensi diri sebagai guru.

Dan tentu saja pemerintah pun seharusnya memberi perhatian lebih kepada guru yang berada di daerah terpencil ini, mengingat jasa mereka yang banyak dalam memberantas buta huruf dan miskinnya pendidikan di daerah terpencil, pemerintah seharusnya memfasilitasi guru-guru terpencil ini untuk mampu mengembangkan diri,seperti memberi pelatihan mengoperasikan komputer dan internet, memberi beasiswa melanjutkan kuliah untuk guru terpencil dan masih banyak lagi. Selama ini pemerintah sudah mulai memberi perhatian khusus untuk guru daerah terpencil dengan menempatkan Guru Garda Depan di wilayah SM3T dan memberi tunjangan kepada guru daerah terpencil. Tetapi disayangkan, biaya hidup guru daerah terpencil ketika harus menuju ke kotapun sangat besar, alhasil tunjangan daerah terpencil tersebut hanya cukup untuk sehari-hari dan transportasi mereka saja.

Oleh karena itu diperlukan motivasi yang kuat untuk tidak tertinggal dalam hal teknologi meskipun berada di daerah terpencil, dan menyusun strategi sehingga meskipun berada di daerah terpencil, para guru tetap mampu mengakses teknologi, menambah wawasan, meski hal itu hanya dapat dilakukan sebulan sekali ketika berada dikota.