Guru di daerah terpencil tentu memiliki banyak sekali
keterbatasan jika dilihat dari sisi teknologi. Banyak guru didaerah terpencil
yang belum mampu mengoperasikan komputer. Lantas bagaimana ketika mereka
menghadapi era teknologi yang sangat pesat perkembangannya dewasa ini. Tentu
dalam hal ini peran beberapa pihak diperlukan. Guru daerah terpencil yang tidak
memiliki akses internet bahkan sinyal, harus kerja extra keras untuk memperluas
pengetahuan dan kompetensinya sebagai guru, jika mengharapkan guru daerah
terpencil untuk rutin ke kota, tentu tidak bisa, karena pengeluaran mereka
ketika ke kota atau ke tempat yang memiliki akses sinyal internet biasanya
membutuhkan uang yang tidak sedikit, tetapi itu semua dapat diakali dengan
mencatat apa saja yang akan diakses ketika dalam satu bulan memiliki jatah
untuk ke kota, entah untuk membeli beras dan belanja sehari-hari untuk di stock
d daerah terpencil selama masa pengabdian, atau ketika harus berurusan ke Dinas
Pendidikan kab/kota, maka to do list yang sudah dibuat selama berada di daerah
terpencil langsung dilaksanakan ketika masa ke kota ini. Hal ini dilaksanakan
agar guru meskipun berada di daerah terpencil tetapi tidak membuat mereka
terkurung ke dalam kurangnya pengetahuan dan pengembangan kompetensi diri
sebagai guru.
Dan tentu saja pemerintah pun seharusnya memberi perhatian
lebih kepada guru yang berada di daerah terpencil ini, mengingat jasa mereka
yang banyak dalam memberantas buta huruf dan miskinnya pendidikan di daerah
terpencil, pemerintah seharusnya memfasilitasi guru-guru terpencil ini untuk
mampu mengembangkan diri,seperti memberi pelatihan mengoperasikan komputer dan
internet, memberi beasiswa melanjutkan kuliah untuk guru terpencil dan masih
banyak lagi. Selama ini pemerintah sudah mulai memberi perhatian khusus untuk
guru daerah terpencil dengan menempatkan Guru Garda Depan di wilayah SM3T dan
memberi tunjangan kepada guru daerah terpencil. Tetapi disayangkan, biaya hidup
guru daerah terpencil ketika harus menuju ke kotapun sangat besar, alhasil
tunjangan daerah terpencil tersebut hanya cukup untuk sehari-hari dan
transportasi mereka saja.
Oleh karena itu diperlukan motivasi yang kuat untuk tidak
tertinggal dalam hal teknologi meskipun berada di daerah terpencil, dan
menyusun strategi sehingga meskipun berada di daerah terpencil, para guru tetap
mampu mengakses teknologi, menambah wawasan, meski hal itu hanya dapat
dilakukan sebulan sekali ketika berada dikota.