Wednesday, July 3, 2019

Generasi Muda Impian, Generasi Peduli Lingkungan


Dalam dunia pendidikan di Indonesia pendidikan karakter di integrasikan kedalam kurikulum yang dimulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi.Pusat kurikulum pengembangan dan pendidikan budaya dan karakter bangsa: Pedoman Sekolah menyatakan bahwa ada 18 nilai pendidikan karakter dan sikap peduli lingkungan sekitar adalah satu diantara kedelapanbelas sikap tersebut (Narwanti dalam Aryani: 2014)

Senada dengan pernyataan diatas Goleman juga berpendapat “Research studies examining the influence of an environment based context have revealed similar encouraging findings with respect to academis performance (2012). Penelitian lebih lanjut pun meneliti bahwa pendidikan berbasis lingkungan dapat mendukung akademik siswa. Jadi penanaman sikap peduli lingkungan sekitar menjadi hal penting yang harus diterapkan sejak dini karena di masa ini lah siswa lebih mudah menyerap segala yang ditanamkan di pemikirannya. Sikap peduli lingkungan juga merupakan salah satu bentuk kecerdasan ekoliterasi. Sejalan dengan ini Goleman menyatakan bahwa ada dua dimensi yang terkait dengan ekologis, yaitu empati kepada semua bentuk kehidupan dan kognitif, yaitu bagaimana kita memahami bagaimana alam bertahan (2012). Dari pernyataan tersebut membimbing kita akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang tercermin dalam empati dan memahami bagaimana alam berubah.

Masih menurut Goleman (2012)”Social and emotional learning was embraced by many schools on the promise that helping children develop the capacities for self awareness and relationship management would increase their likelyhood of success in school and in life”

Jadi bukan isu baru lagi untuk sekolah bahkan sekolah di luar negeri dalam menanamkan sikap kepedulian kepada anak didiknya dengan harapan menjadi bekal mereka saat menjadi siswa dan lebih lanjut dalam nilai yang dimiliki seumur hidupnya.

Pendidikan karakter peduli lingkungan diharapkan mampu menanamkan sikap peduli siswa terhadap lingkungan. Sikap peduli tersebut diharapkan mampu membuat siswa lebih arif terhadap lingkungan. Berdasarkan beberapa penelitian terdapat hubungan signifikan antara pemahaman peduli lingkungan dengan menciptakan generasi muda yang ekoliterasi (Kresnawati:2013)

Menurut Nenggala (2007) indikator seseorang peduli lingkungan adalah:

1.  Selalu menjaga kelestarian lingkungan sekitar

2.  Tidak mengambil, menebang atau mencabut tumbuhan di sepanjang perjalanan

3.  Tidak mencorat-coret,  menorehkan tulisan pada pohon, batu-batu di jalan atau 
     dinding

4.   Selalu membuang sampah pada tempatnya

5.   Tidak membakar sampah di sekitar perumahan

6.   Melaksanakan kegiatan membersihkan lingkungan

7.   Menimbun barang-barang bekas

8.   Membersihkan sampah-sampah yang menyumbat saluran air

Dari indikator diatas pendidik dapat mengarahkan siswa agar memiliki sifat peduli lingkungan yang tercermin dalam tindakannya. Pendidik memiliki posisi penting dalam penanaman karakter peduli lingkungan, karena pendidik adalah tonggak awal agen perwujudan generasi impian, generasi peduli lingkungan.

No comments:

Post a Comment