Ketika
guru ingin mengaplikasikan teori behavioristik ke dalam kegiatan pembelajaran,
hal pertama yang harus dipahami adalah teori belajar behavioristik menekankan
pada hubungan stimulus dan respons dan siswa diposisikan sebagai pihak yang
pasif. Respons yang dihasilkan semata berdasarkan hasil dari pembiasaan atau drill yang dikondisikan.
Jika
diperkecil lagi menjadi bagian-bagian
penting maka teori belajar behavioristik memiliki beberapa unsur
yang sangat mendasar yaitu hubungan stimulus dan respon, pembentukan
perilaku, perilaku sebagai hasil belajar, reinforcement dan hukuman.
Setelah
memahami inti dari teori belajar behavioristik maka guru dapat mulai merancang
pembelajaran dan kemudian mengaplikasikannya dengan memperhatikan unsur-unsur
penting dari behavioristik tersebut. Dalam mengaplikasikan teori belajar
behavioristik guru harus mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai dalam
pembelajarannya. Guru juga harus mempertimbangkan sifat materi pelajaran yang
akan diajarkan, apakah cocok dan memungkinkan
jika menggunakan teori belajar behavioristik. Guru juga harus mengetahui
karakteristik siswanya dan penggunaan media serta fasilitas apa yang cocok
dengan karakteristik siswa dan teori belajar behavioristik. Mengaplikasian
teori belajar behavioristik ke dalam pelajaran sebenarnya seperti mengajarkan
siswa dengan terlebih dahulu memberi mereka bingkai aturan yang jelas, dan
siswa diarahkan untuk mengikuti aturan tersebut, melalui berbagai kegiatan yang
bertujuan untuk membentuk perilaku siswa melalui pembiasaan. Jika dalam
pembelajaran terdapat hal yang diluar aturan yang ditentukan guru maka siswa
harus diberi hukuman, sebaliknya jika pembelajaran berjalan sesuai tujuan yang
diharapkan guru, maka siswa dapat diberi penguatan, seperti pemberian hadiah.
No comments:
Post a Comment