Monday, July 1, 2019

Mengaplikasikan teori belajar behavioristik dalam kegiatan pembelajaran


  Ketika guru ingin mengaplikasikan teori behavioristik ke dalam kegiatan pembelajaran, hal pertama yang harus dipahami adalah teori belajar behavioristik menekankan pada hubungan stimulus dan respons dan siswa diposisikan sebagai pihak yang pasif. Respons yang dihasilkan semata berdasarkan hasil dari pembiasaan atau drill yang dikondisikan. 

Jika diperkecil lagi  menjadi bagian-bagian penting maka teori belajar behavioristik memiliki beberapa  unsur  yang sangat mendasar yaitu hubungan stimulus dan respon, pembentukan perilaku, perilaku sebagai hasil belajar, reinforcement dan hukuman.

Setelah memahami inti dari teori belajar behavioristik maka guru dapat mulai merancang pembelajaran dan kemudian mengaplikasikannya dengan memperhatikan unsur-unsur penting dari behavioristik tersebut. Dalam mengaplikasikan teori belajar behavioristik guru harus mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai dalam pembelajarannya. Guru juga harus mempertimbangkan sifat materi pelajaran yang akan diajarkan, apakah cocok dan memungkinkan  jika menggunakan teori belajar behavioristik. Guru juga harus mengetahui karakteristik siswanya dan penggunaan media serta fasilitas apa yang cocok dengan karakteristik siswa dan teori belajar behavioristik. Mengaplikasian teori belajar behavioristik ke dalam pelajaran sebenarnya seperti mengajarkan siswa dengan terlebih dahulu memberi mereka bingkai aturan yang jelas, dan siswa diarahkan untuk mengikuti aturan tersebut, melalui berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membentuk perilaku siswa melalui pembiasaan. Jika dalam pembelajaran terdapat hal yang diluar aturan yang ditentukan guru maka siswa harus diberi hukuman, sebaliknya jika pembelajaran berjalan sesuai tujuan yang diharapkan guru, maka siswa dapat diberi penguatan, seperti pemberian hadiah.

No comments:

Post a Comment